lihat juga

Sunday, January 27, 2013

Fauzi Bowo Masih Dianggap Lebih Dikenal Masyarakat

Meski dukungan politik berkurang dan kritik terhadap kinerjanya meningkat, Fauzi Bowo masih dianggap lebih dikenal masyarakat dibandingkan bakal calon gubernur DKI lainnya dari Partai Demokrat, Nachrowi Ramli. "Bang Foke masih lebih dikenal masyarakat Jakarta dibanding kandidat lain dari Partai Demokrat, Nachrowi Ramli," kata pengamat politik, Tomy Legowo, di Jakarta, Selasa kemarin sore.

Menurutnya, popularitas atau tingkat keterkenalan adalah sisi positif Foke. Statusnya sebagai gubernur yang sehari-hari diberitakan media memungkinkan dia dikenal luas oleh warga DKI. Sementara Nachrowi, menurut Tomy, belum memiliki akses media untuk dikenal seluas yang dimiliki Foke. "Popularitas Nachrowi masih terbatas pada kalangan tertentu," katanya merujuk pada beberapa lembaga atau ormas yang dipimpin purnawirawan jenderal berbintang dua itu.

Menurut Tomy, satu tahun tersisa sangat penting untuk meningkatkan popularitas masing-masing pihak, terutama bagi Nachrowi Ramli. Meski demikian, Tomy menandaskan, popularitas merupakan satu tahapan saja dalam menjaring opini publik. Masih ada tahapan lain, yaitu tingkat keterpilihan (elektabilitas) seorang calon.

Elektabilitas calon, lanjut Tomy, bergantung pada profil calon yang diketahui publik. "Pada tingkat ini, faktor kinerja pada sektor layanan publik dan birokrasi pemerintahan menjadi hal-hal penting yang diperhatikan masyarakat pada tingkat ini," papar Tomy. Faktor ini, menurutnya, menjadi nilai minus Foke yang bisa dimanfaatkan oleh Nachrowi. Berbagai kritik yang diterima Foke terkait kemacetan dan banjir di Jakarta, misalnya, bisa menurunkan nilai elektabilitas Foke.

Namun, menurut Tomy, harus dipahami bahwa akses informasi yang sampai kepada publik juga sangat menentukan tingkat keterpilihan. Ia mencontohkan kritik "pepesan kosong" yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beberapa waktu lalu. Kritik yang terarah pada kinerja minus Foke dan jajarannya itu, menurut Tomy, pesannya belum tentu sampai ke masyarakat bawah. "Pasalnya, info tentang Jakarta belum mayoritas di media-media Ibu Kota, seperti Jak TV, sekalipun," ungkap Tomy.

Hal ini memungkinkan penilaian minus tentang pemerintahan Foke belum tentu juga menjadi perhatian mayoritas masyarakat Jakarta. Apalagi, belum terlihat adanya upaya serius pihak Nachrowi untuk memanfaatkan situasi tersebut.

"Nachrowi sebenarnya beruntung dengan kondisi saat ini. Ia bisa memanfaatkan posisi incumbent (pejabat saat ini) yang sedang dinilai miring. Hanya saja, sejauh ini belum tampak ada kritik terbuka pihak Nachrowi atas kinerja Foke," tandasnya.

Jika mampu memanfaatkan momentum saat ini, Tomy yakin tingkat elektabilitas Nachrowi akan meningkat. Sebagaimana diberitakan, dua nama yang disebut-sebut akan diusung Partai Demokrat untuk posisi DKI 1 adalah Nachrowi Ramli dan Fauzi Bowo.

Nachrowi adalah Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat DKI Jakarta, mantan Kepala Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg), Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Betawi, dan Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) DKI Jakarta. Selain itu, masih sederet posisi penting pada level organisasi tingkat DKI yang dijabatnya.

Sementara Fauzi Bowo adalah Gubernur DKI saat ini, yang juga adalah anggota Dewan Pembina Partai Demokrat. Sejumlah pihak menganggap peluang Foke untuk memperoleh dukungan politik partainya semakin menurun seiring kritikan langsung yang disampaikan Presiden SBY mengenai kinerjanya. Demikian catatan online dari admin Blog Kanghari tentang Fauzi Bowo masih dianggap lebih dikenal masyarakat.

ads

Ditulis Oleh : gdfysx Hari: 4:30 AM Kategori:

0 comments:

Post a Comment

surf